Bandar Lampung – DPRD Provinsi Lampung menyatakan bahwa perumahan mewah Citraland telah melanggar aturan terkait izin pembangunan di daerah resapan air.
“Perumahan itu ada izin sebesar 30 persen, itu kan daerah
resapan air, jadi dia hanya boleh 30 persen menggunakan lahan resapan air.
Kalau Citraland itu kan sudah lebih 30 persen menggunakan lahan resapan air,
makanya longsor,” kata Wakil Ketua DPRD Elly Wahyuni, seperti dilansir
RMOLLampung.id, Rabu (3/2).
Menurutnya dampak dari ketidakpatuhan pemilik perumahan
Citraland itulah yang mengakibatkan bangunan tersebut longsor di tambah kurang padatnya tanah yang akan dibangun.
“Kalau perumahan itu kan karena dia belum padat lalu
dilakukan pembagunan rumah, yang pasti okelah itu kesalahan tanahnya, tapi kan
yang jelas dia melanggar aturan yang lebih dari 30 persen menggunakan lahan
resapan air,” ucapnya.
Kemudian pembangunan perumahan Citraland ini juga melanggar
ketentuan yang ditetapkan pemerintah bahwa perumahan mewah tidak boleh
membangun rumah tipe kecil.
“Selain melanggar aturan. Perumahan mewah tidak boleh ada
rumah yang tipe kecil, tetapi Citraland malah ada perumahan tipe kecil dan ini
yang terekspos masih banyak lagi yang tidak terekspos. Kemarin-kemarin juga ada
salah satu perumahan yang longsor tapi kalian tidak tahu jadi ini yang perlu
kalian angkat sebenarnya,” kata dia.
No comments:
Post a Comment